A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Jun, 09th 2015

Aplikasi Pelapor Barang Hilang

Pengalaman pribadi biasanya menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis dalam menciptakan inovasi. Seperti yang dialami oleh Badrut Tamam Hikmawan, mahasiswa Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya.

Berawal dari pengalamannya kehilangan barang berharga yang sulit ditemukan, Tamam berinisiatif membuat aplikasi Sistem Informasi (SIM) Barang Hilang. Aplikasi buatannya berhasil menarik perhatian para juri di lomba Discovery yang diadakan oleh program studi Sistem Informasi Universitas Jember, awal Maret 2015 lalu. Ia dibantu dua temannya, Manzilatul Rahmah dan Natanael Yabes Wirawan. Karya Tamam dan rekan-rekannya merebut juara kedua, sedangkan juara pertama diraih oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Aplikasi buatan Tamam menggunakan cara kerja dengan penerapan altruisme, yakni sifat mau membantu orang lain dengan ikhlas. Sehingga diperlukan keikhlasan pengguna yang merupakan penemu barang, bukan orang yang kehilangan barang. Orang yang memasukkan data di aplikasi ini adalah orang yang menemukan barang, lalu setelah memasukkan data barang hilang, dia harus melaporkan ke kepolisian kecamatan.

Untuk menumbuhkan semangat dan sifat ikhlas, sistem gamification juga diterapkan, dimana aplikasi ini akan memberikan poin yang dapat ditukar dengan berbagai macam hadiah. Si penemu barang harus punya bukti kalau dia sudah menyerahkan barang ke kantor polisi, seperti mengupload foto selfie dengan barang temuan di kantor polisi. Aplikasi ini juga sudah dirancang prosesnya agar tidak menambah-nambah pekerjaan polisi, namun tetap aman dan akurat.

Aplikasi ini ke depan akan dikembangkan dalam bentuk website dan android, serta membuat peta untuk list barang temuan, dengan memanfaatkan metode Geographic Information System (GIS). Tamam juga berencana memasarkannya ke sejumlah kampus besar di Surabaya sebagai tahap awal, sebelum menyebarkannya ke masyarakat luas.

Sekarang tinggal bagaimana tindakan sang penemu baranglah yang menentukan sukses tidaknya aplikasi ini. Jika semakin banyak orang yang ingin membantu orang lain karena adanya aplikasi ini, maka itu artinya hasil karya ketiga mahasiswa ini telah berhasil menyelesaikan misi mulianya.

Source : edupost.id