A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Jun, 03rd 2015

Bio Hacking : Modifikasi Tubuh Manusia

Dalam dunia digital, kata “hacking” mempunyai arti kemahiran teknis dan kegemaran menyelesaikan masalah dengan mengatasi keterbatasan yang ada. Sebenarnya kata ini tidak hanya merujuk pada kegiatan di dunia digital saja, dalam bidang-bidang lain seperti otomotif, fisika bahkan biologi pun kegiatan hacking bisa dilakukan. Mau yang lebih ekstrim lagi? Ini dia bio-hacking, percobaan modifikasi kemampuan yang diterapkan pada tubuh manusia.

Para pelaku biohacking ini biasa disebut dengan biohackers, percobaannya macam-macam mulai dari menanamkan chip di tubuh untuk membaca kondisi tubuh manusia, hingga menciptakan inovasi untuk mendongkrak kemampuan manusia. Seperti yang dilakukan salah satu tim bernama Science for the Masses dari Los Angeles, California yang baru-baru ini melakukan percobaan untuk meningkatkan kemampuan melihat dalam gelap pada mata manusia.  

Untungnya tidak ada operasi bedah membedah pada percobaan ini. Bahan yang digunakan yaitu chlorophyll analog (Chlorin e6 atau Ce6) diformulasi menjadi tetes mata yang membuat manusia bisa melihat dalam gelap. Bahan Ce6 yang sejak 1960 sudah digunakan sebagai pengobatan kanker dan penyakit rabun senja ini hanya didapat dari ikan-ikan yang hidup di laut dalam.

Awalnya, Licina hanya mampu melihat dalam jarak pandang 10 meter saja. Lalu, perlahan-lahan, dia bisa melihat dalam jarak pandang yang semakin jauh. Dia bahkan bisa mengidentifikasi seseorang yang sedang berdiri di balik pohon dalam jarak 50 meter. Hasil akhir uji coba ini menunjukkan bahwa Licina berhasil mengenali semua objek secara 100% akurat. Sementara, sekelompok peneliti yang nggak ditetesi Ce6 hanya mampu mengenali sekitar sepertiga objeknya saja.

Dalam tes di kegelapan, Licina yang awalnya hanya bisa melihat dengan jarak pandang 10 meter akhirnya bahkan bisa mengenali objek yang berdiri di balik pohon dalam jarak 50 meter dengan 100% akurat. Sementara kelompok yang tidak diberikan Ce6 hanya bisa mengenali 1/3 objeknya saja. Ini merupakan bukti nyata bahwa penelitian ini tidaklah sia-sia.

Meski kelihatannya menyakitkan dan sedikit menyeramkan, tapi inovasi ini nantinya diharapkan bisa banyak bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bukan hanya di bidang militer dan pertahanan negara, tapi juga di bidang-bidang kemanusiaan. Contohnya, tetes mata Ce6 ini bisa sangat berguna jika digunakan oleh tim SAR atau regu penyelamat yang sedang bertugas di malam hari.

 

Source : i3.mirror.co.uk, gizmodo.com, medicalnewstoday.com