A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: May, 04th 2015

Desainer Kampung Berkelas Internasional



Jika komedian Tukul terkenal dengan ungkapan “Muka ndeso rezeki kota”, maka sejumlah orang dari Desa Kaliabu, Magelang layak disebut “Wong ndeso rezeki dolar”.

Bolak-balik ke bank untuk mengambil dolar bukanlah hal yang aneh bagi warga Desa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Magelang, Jawa Tengah. Bahkan salah seorang warga desa tersebut, Fahmi Baehaqi, pernah dicurigai oleh pihak bank karena banyak transaksi dari luar negeri ke rekeningnya.

Apakah mereka dikirimi keluarganya yang menjadi TKI di luar negeri? Bukan!

Ternyata mereka bekerja sebagai desainer grafis, lebih tepatnya pembuat logo. Namun mereka bukan desainer sembarangan karena klien mereka justru kebanyakan dari luar negeri, seperti China, Korea, Australia, dan Amerika! Tak heran jika penghasilan mereka ratusan dolar setiap bulannya, yang kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp 20 juta per orang.



Profesi sebagai desainer mulai digeluti warga Kaliabu sejak tahun 2012. Adalah Abdul Bar yang menjadi pelopornya. Awalnya ia seorang sopir bus malam yang banting stir menjadi pengrajin logo. Baru beberapa bulan belajar dan mencoba, ia berhasil memenangkan kontes logo dari sebuah perusahaan otomotif di Australia. Sejak itu ia termotivasi untuk terus membuat logo yang kemudian diikuti oleh pemuda-pemuda di desanya.

Abdul Bar kini menjadi Ketua Komunitas Rewo Rewo Kaliabu Designer Community yang memiliki anggota mencapai 250 orang, kesemuanya warga Kaliabu. Tidak heran jika desa ini kemudian disebut Kampung Desain Grafis atau Kampung Pengrajin Logo.

Setiap hari mereka membuat logo atau ikon sesuai permintaan perusahan-perusahaan besar dari berbagai belahan dunia. Logo-logo tersebut lalu dikirim secara online dan dikompetisikan dengan karya desainer lain dari berbagai belahan dunia.

“Jika menang kompetisi itu bisa dapat hadiah puluhan sampai ratusan dolar,“ kata Yunan Hamami (36), salah seorang desainer seperti dikutip dari Kedaulatan Rakyat.



Hebatnya, sebagian besar mereka adalah lulusan SMP dan SMA. Mereka belajar desain secara otodidak dan saling berbagi ilmu. Setelah bisa, mereka lantas mencari informasi lomba desain melalui internet.

Misalnya Khoirul Muhibin (32), seorang buruh tani yang belum lama mengenal komputer. Dalam sebulan, ia pernah meraup ribuan dolar dari kontes desain di internet. Namun ketika ditanya mengenai desain, ia hanya mengerti tapi sulit untuk menjelaskan maknanya, intinya, mereka hanya kenal membuat logo, bermodalkan program desain sederhana dan Google Translate untuk memahami petunjuk lomba atau permintaan dari klien.


Banyak diantara mereka yang sudah bisa beli motor, mobil, bangun rumah sampai menghajikan orangtuanya dari hasil menang kontes itu. Image Desa Kaliabu yang dulu terkenal sebagai kampung preman pun sekarang berubah menjadi kampung desain yang membanggakan.

Video lengkapnya bisa Anda saksikan di sini :