A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Mar, 04th 2015

Ecoplas : Plastik yang Menjaga Bumi

Saat bicara mengenai penjaga bumi, jangan dulu membayangkan tokoh superhero seperti yang biasa Anda lihat di film-film layar lebar. Manusia memang membutuhkan seorang superhero, tapi ancaman yang muncul sekarang ini datangnya dari manusia sendiri. Ancaman tersebut berupa sampah plastik yang jumlahnya sudah melebihi apa yang bisa ditampung oleh bumi kita ini.

Dalam satu tahunnya, jumlah plastik yang digunakan oleh manusia adalah seberat 275 juta ton, ini artinya dalam waktu satu menit ada satu juta tas plastik yang digunakan. Bahkan lautan Pasifik pun kini telah berubah menjadi lautan sampah plastik. Plastik sangat sulit terurai karena terbuat dari plankton minyak bumi yang merupakan rantai hidrokarbon. Untuk mengurai plastik menjadi tanah, harus melalui 7 juta rantai karbon terlebih dahulu.

Kebutuhan manusia akan plastik dan kejenuhan bumi terhadap plastik, kontradiksi inilah yang membuat Sugianto Tandio berfikir untuk mengganti pemakaian bahan dasar plastik dengan bahan yang ramah lingkungan, maka dipilihlah bahan tepung tapioka dari singkong. Singkong atau ubi kayu dipilih karena lebih mudah di dapat di Indonesia. Dengan menggandeng para petani singkong dari Bogor dan 50 UKM pembuat tepung tapioka, lahirlah plastik ramah lingkungan berlabel Ecoplas.

Hanya dalam hitungan mingguan, plastik Ecoplas ini sudah mulai terurai dengan tanah. Hal ini juga telah dibuktikan oleh penguji dari Balai Pengkajian Bioteknologi (BPPT). Dengan Ecoplas, penggunaan bahan baku plastik dari minyak bumi bisa turun hingga 50%, ini merupakan angka yang cukup fantastis.

Tanggapan pasar, baik dalam dan luar negeri juga sangat positif terhadap produk ini. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencemaran lingkungan sudah mulai membaik. Bukan hanya produk-produk Indonesia, merk-merk besar seperti Nike, Billabong bahkan produk plastik kotoran hewan milik sosialita Paris Hilton juga memanfaatkan plastik ecoplas ini.

Karena teknologi yang digunakan, harga produk plastik ramah lingkungan ini memang lebih mahal sekitar 20 hingga 50 % dari plastik biasa. Namun menurut Sugianto, ke depannya harga pasti akan terus turun dengan pengembangan teknologi yang ada. Hal ini wajar karena setiap teknologi baru harus menunggu titik critical mass dimana harga menyesuaikan jumlah produksi. Untuk saat ini, pengguna harus bersabar dahulu dengan harga yang sedikit mahal. Lagipula untuk menyelamatkan bumi, perlu ada pengorbanan kan?