A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Jan, 28th 2015

Kemasan Alternatif Ramah Lingkungan

Sampah abadi, demikian julukan yang disematkan pada bahan styrofoam yang saat ini banyak digunakan sebagai kemasan makanan di Indonesia. Bukan hanya tidak bisa terurai di dalam tanah dan berpotensi merusak lingkungan, penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Saat makanan atau minuman diletakkan dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan. Kandungan Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf, mempercepat detak jantung, sulit tidur. Saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Pada beberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian.

Beruntung kini ada biofoam. Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam yang terbuat dari bahan baku alami yaitu pati yang di tambah serat untuk memperkuat strukturnya. Pati yang digunakan adalah dari jagung dan ubi kayu, proses pembuatannya juga tanpa bahan kimia berbahaya sehingga produk ini bersifat biodegradable dan renewable. Selain itu, biofoam bisa dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan.



Pembuatan biofoam ini  menggunakan teknologi thermopressing, dimana adonan pati, serat serta bahan aditif lain dicampur dengan komposisi tertentu dan dicetak pada suhu 170-180 derajat celcius selama 2-3 menit. Produk ramah lingkungan yang sedang dikembangkan di IPB, UNS dan Badan Litbang Pertanian ini memiliki kekuatan yang lebih baik dibandingkan styrofoam.

Mengingat bahayanya, semoga banyak pedagang makanan di Indonesia yang tidak lagi menggunakan styrofoam sebagai kemasan makanan. Pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti biofoam ini juga perlu dipercepat realisasinya untuk menciptakan lingkungan dan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita kelak.