A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Jul, 24th 2015

Komedi, Hal Yang Rumit Bagi Robot

Ada banyak respon yang dihasilkan oleh otak manusia, salah satunya adalah tertawa yang berhubungan dengan sense of humor seseorang. Tertawa adalah hal yang natural bagi manusia. Ketika menyaksikan hal lucu, maka otak manusia akan segera merespon dan memerintahkan mulut untuk menghadirkan tawa. Respon-respon semacam inilah yang coba ditirukan oleh teknologi Artificial Inteligence atau kecerdasan buatan. Tapi mampukah kecanggihan teknologi mengajarkan mesin untuk tertawa?

Menurut David Gelernter, profesor ahli computer science dari Yale, komedi atau humor merupakan salah satu jenis pikiran kreatif yang hanya bisa dikuasai dengan memahami emosi manusia secara keseluruhan. Karena itulah, selama belum ada mesin atau robot yang bisa mengerti komedi, maka itu artinya kecerdasan buatan manusia belum benar-benar sempurna.



Meskipun sulit, namun melalui serangkaian algoritma rumit, para ilmuwan mencoba membuat mesin-mesin yang memahami komedi. Hasilnya adalah beberapa program komputer yang menitik beratkan pada formula komedi, seperti Manatee, komputer yang bisa menulis lelucon, STANDUP atau System To Augment Non-speakers’ Dialogue Using Puns dan SASI, program yang bisa mendeteksi ungkapan-ungkapan sarkasme. Semuanya merupakan sistem komputer yang diprogram sedemikian rupa untuk sekedar “meniru” apa yang bisa dilakukan oleh kecerdasan otak manusia.

Bahkan seorang ilmuwan komputer dari Purdue University bernama Julia Taylor mendesain sebuah sistem yang bisa mengidentifikasi lelucon sederhana untuk anak-anak. Dibutuhkan program dengan database perbendaharaan kata yang sangat luas. Sistem ini memang masih jauh dari sempurna, namun merupakan langkah  penting bagi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.



Komedi memang merupakan sebuah misteri. Ia disebut-sebut sebagai sebuah hal terakhir yang perlu ditanamkan pada mesin untuk menghilangkan pembatas antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan. Bahkan definisi humor sendiri belum bisa dijelaskan secara pasti. Sebuah hal yang begitu sederhana bagi manusia, namun ternyata sangat sulit untuk ditirukan oleh komputer atau mesin. Spontanitas tidak bisa diprogram, karena pada dasarnya secanggih apapun, teknologi hanyalah sebuah alat. Seperti halnya palu, teknologi hanya membantu manusia untuk menjalankan tugasnya, bukan menggantikan manusia seutuhnya.

Source : Intel.com