A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Feb, 09th 2015

Kulkas Tanpa Listrik Ciptaan Anak Bangsa

Dua talenta muda berbakat asal Indonesia berhasil memukau ajang lomba karya ilmiah internasional. Mereka adalah Muhtaza Azziya Safiq (Moza) dan Anjani Rahma Putri (Jani). Keduanya masih sangat muda, masih duduk di bangku kelas SMA Negeri 2 Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Moza dan Jani menciptakan sebuah karya berupa Green Refrigerant Box (kulkas tanpa listrik dan freon). Mereka berhasil memukau ajang kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat pada 11-12 Mei 2014 lalu.

Dua penghargaan sekaligus berhasil mereka gondol. Mereka berhasil meraih peringkat ketiga untuk kategori Engineering: Materials & Bioengineering dengan hadiah sebesar US$ 1.000 (sekitar Rp 11 juta). Penghargaan lainnya berupa The Development Focus Award senilai US$ 10.000 (sekitar Rp 100 juta).

Kulkas seperti apakah yang mereka ciptakan?

Moza dan Jani menggunakan hukum Fisika, yakni hukum gas ideal, yang menyatakan bahwa bila tekanan turun, maka suhu akan turun. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat kulkas tanpa freon dan listrik ini.

Alat-alat yang digunakan berupa kontainer plastik yang dilapisi styrofoam pada semua sisinya, lalu dilapisi kembali dengan menggunakan kertas aluminium. Alat lainnya, yaitu dua buah kaleng bekas kemasan minuman bersoda yang berisikan arang dari kayu gelam yang telah diproses dan kaleng lainnya berisikan alkohol 75%.

Proses pembuatan arang kayu gelam ini dengan merendamnya dalam cairan NaOH, kemudian dioven selama satu jam dengan suhu 150 derajat celcius. Tak lupa, digunakan pompa vakum yang terbuat dari botol bekas minuman bersoda. Pompa ini dipasang di luar sebagai alat untuk menurunkan tekanan uap alkohol sehingga dapat dijerat arang aktif.

Cara kerjanya, awalnya, pompa vakum dioperasikan 2 sampai 4 jam untuk menurunkan tekanan uap alkohol. Setelah uap alkohol diturunkan tekanannya, partikel uap dijerat oleh arang aktif. Cara ini dapat menurunkan suhu hingga 5,5 derajat celcius dalam waktu 2 jam 20 menit. Dan, dengan suhu tersebut dapat digunakan untuk mengawetkan buah dan makanan.

Selain ramah lingkungan, alat ini juga sangat ramah dompet. Jika dihitung, total biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah kulkas tanpa listrik hanya sekitar 53 ribu rupiah saja.

Moza dan Jani menciptakan alat ini karena daerah asalnya merupakan penghasil buah-buahan namun banyak buah-buahan yang dijual di pasar dalam keadaan busuk karena kendala jarak yang jauh, sarana transportasi yang minim, dan tidak adanya pasokan listrik. Mereka berharap kulkas tanpa listrik ini bisa diproduksi secara massal sehingga bisa bermanfaat bagi warga di daerahnya.