A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Oct, 12th 2015

Lucy, Lampu yang Memanfaatkan Tenaga Matahari



Sejak 22 Oktober 1879, setelah melalui banyak percobaan, Thomas Alva Edison berhasil menyalakan seutas karbon di dalam tabung hampa udara selama 13,5 jam. Itulah cikal bakal dari bohlam lampu yang kini sering kita jumpai baik di dalam rumah maupun di jalanan. Lampu, memang tidak terlepas dari kehidupan manusia. Ketika hari mulai gelap, pastinya kita akan segera menyalakan lampu untuk menyinari ruangan rumah kita. Namun, ada kalanya kita ingin menyalakan lampu di siang hari untuk tetap merasakan terang. Hal itu kadang membuat kita bimbang, karena bila terus menyalakan lampu, pastinya tagihan listrik rumah kita pun akan membengkak. Nah, mungkin Lucy bisa menjadi solusi dari permasalah tersebut.



Lucy merupakan sebuah cermin adaptif berbentuk bola yang dibuat oleh startup Italia, Solenica, dengan menggunakan robot untuk mengikuti sinar matahari selama pagi hingga sore, dan mengalihkan sinar tersebut ke dalam rumah atau area-area lain yang dikehendaki. Seperti kita ketahui, bahwa matahari adalah sumber energi yang sangat berlimpah, dan Lucy mampu memanfaatkannya dengan baik dengan menciptakan alat penerangan yang hemat energi.

Dengan bentuknya yang seperti bola berukuran sekitar 30 cm, Lucy bisa dengan mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Untuk menentukan area mana yang ingin disinari cahaya, lampu Lucy ini menggunakan algoritma berdasarkan sensor foto yang diposisikan dengan cerdas untuk senantiasa mengalihkan cahaya matahari itu sesuai keinginan. Kemudian anda bisa mengarahkan ‘hidungnya’ ke arah langit-langit sehingga menyebarkan cahaya dan menerangi seluruh ruangan. Seiring dengan gerakan matahari sepanjang hari, bola kaca ini memposisikan dirinya sendiri untuk memberikan sinar secara terus menerus ke area yang anda inginkan.



Berdasarkan data dari produsen, cahaya matahari yang dipantulkan mencapai 5000 lumens atau setara 5 lampu biasa. Lampu Lucy ini sepenuhnya hanya menggunakan tenaga matahari, ia tidak memiliki kabel dan tidak perlu dicas sehingga ia bisa membuat kita benar-benar hemat energi. Lucy juga bisa ditempatkan di mana saja, termasuk di balkon rumah atau apartemen karena ia didesain untuk tahan pada cuaca seburuk apa pun. Perlu diingat, karena lampu Lucy ini sepenuhnya menggunakan tenaga matahari, maka sebaiknya letakanlah ia di dekat jendela di mana cahaya matahari masuk. Bila anda tergiur untuk memilikinya, sebaiknya segera siapkan uang sekitar 150 dollar untuk membawa pulang Lucy ke rumah anda.

Source : preorderlucy.com, gizmag.com