A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: May, 06th 2015

Membaca, Dari Print ke Pixel



Coba Anda ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali Anda membaca sesuatu dalam bentuk cetakan di atas kertas? Para pembaca setia surat kabar mungkin menjawab : pagi ini. Tapi di era serba digital ini, tidak sedikit orang yang mulai berpaling ke media-media seperti smartphone atau tablet untuk mendapatkan informasi. Membaca pun mengalami evolusi, dari print (cetak) ke pixel (layar digital).

Seperti halnya teknologi-teknologi lainnya, menulis dan membaca adalah kegiatan yang dinamis. Bahkan sampai abad ke-11, sebuah tulisan masih dibuat tanpa ada jarak pada tiap kata. Ini membuat keahlian membaca termasuk sesuatu yang sangat langka. Begitu pula dengan keahlian menulis yang pada abad ke 15 hanya dimiliki oleh 20 orang dewasa di Eropa. Baru setelah tahun 1440 saat mesin cetak ditemukan, buku diproduksi secara besar-besaran dan mengubah cara pandang orang terhadap menulis dan membaca.



Hari ini, kurang lebih 4.5 juta layar digital membuat seluruh dunia “menyala”. Kata-kata pun berpindah dari kertas ke layar digital dan lagi-lagi, fenomena ini mengubah cara kita membaca dan menulis. Di tahun 2008 saja, sudah lebih dari satu triliun halaman yang telah di upload ke internet dan jumlah ini terus bertambah setiap harinya. Lalu seperti apakah inovasi membaca di masa yang akan datang?

Saat kita merasa membaca deretan kalimat pada sebuah di iPad adalah sesuatu yang canggih, muncul lagi teknologi aplikasi yang dinamakan Spritz. Media ini dikembangkan oleh raksasa smartphone, Samsung untuk produk-produk smartwatch-nya. Saat membaca dengan Spritz, mata kita tidak bergerak mencari kata demi kata dari kiri ke kanan seperti umumnya, melainkan kata kata itulah yang akan muncul di layar satu demi satu dengan kecepatan yang beragam.



Kelihatannya cukup rumit, tapi uniknya mata kita ternyata bisa mengikuti kata demi kata hingga informasi yang dimaksud pun sampai ke otak kita. Bahkan, dengan cara ini kita bisa mencerna informasi dengan kecepatan yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Tidak percaya? Anda bisa langsung membuktikannya dengan mengakses situs Spritz di tautan ini http://www.spritzinc.com.

Membaca memang bisa dilakukan dengan banyak cara, baik itu secara digital maupun konvensional. Penelitian menyebutkan membaca buku konvensional bisa memperkuat kemampuan analisis, sementara screen reading atau membaca halaman digital meningkatkan kemampuan kita untuk mengasosiasikan sebuah ide dengan ide lain. Yang manapun baik, asal tidak berlebihan apalagi kekurangan. Karena kurang membaca berarti akan kurang pula informasi dan wawasan yang Anda kuasai.

Source : smithsonianmag.com, pastemagazine.com