A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Mar, 02nd 2015

Mobile Game Asal Indonesia Makin Mendunia

 

Pada Agustus 2014 lalu, sebuah mobile game lokal bergenre 3D puzzle platform Almightree masuk ke dalam jajaran Apple App Store’s “Best New Games” di 109 negara. Game berbayar besutan pengembang Chocoarts yang berbasis di Jakarta tersebut langsung menjadi favorit di ratusan negara hanya beberapa hari setelah diluncurkan.

Menurut founder Chocoarts, Mega Denditya seperti dilansir DailySocial, “Ini adalah suatu bentuk pernyataan ke dunia, bahwa Indonesia sekarang bukan hanya menjadi negara outsource industry game, tapi juga menjadi produsen game berkualitas. Ini adalah awal dari perjalanan Chocoarts mendunia.”

Sebelumnya, Ramen Chain, sebuah game andalan pengembang asal Bandung TouchTen juga berkibar di pasar global yang konon jumlah pemain asingnya jauh lebih banyak ketimbang pemain lokal.

Pada akhir tahun 2014, kembali TouchTen membuat gebrakan dengan meluncurkan mobile game Redhead Redemption bekerjasama dengan website humor dan meme internasional 9gag. Hingga Februari 2015, Redhead Redemption telah didownload lebih dari 500 ribu kali di Google Play Store.

Industri mobile game di Indonesia belakangan ini memang mulai menggeliat. Selain Chocoarts dan TouchTen, pengembang mobile game lain yang berkelas dunia adalah Nightspade, SoybeanSoft, Digital Happiness, Alegrium, Own Games, Tinker Games, dan Toge Productions.



Sedangkan beberapa mobile game lokal lain yang juga mengglobal adalah Cute Kill (TouchTen), Battlebox (Elagotech), Push the Box (Maximize Games), Icon Pop Quiz (Alegrium), Sage Fusion (Kidalang), Faunia Rancher (Chowdown Games), Save the Hamster (Solite Games), hingga Infinite Sky (TouchTen).

Dengan pengguna smartphone mencapai 80 juta, Indonesia adalah sebuah pasar yang besar. Anton Soeharyo dari TouchTen menyebut kebiasaan bermain game di Indonesia saat ini masih dalam tahap transisi dari PC game ke mobile game. Dan kecenderungan ini akan terus meningkat dengan makin menjamurnya smartphone murah dan akses internet yang makin cepat dan murah.

Lalu bagaimana pengembang mobile game lokal memanfaatkan peluang ini? Chief Marketing Nightspade Garibaldy Wibowo Mukti menyatakan, ”Kita perlu memiliki idealisme dalam menjalankan sebuah startup, tetapi harus tetap mau beradaptasi. Salah satunya adalah melihat pasar. Kita bukan membuat game hanya untuk kita sendiri, tetapi untuk orang banyak.”

Begitu juga ketika sebuah mobile game sudah mulai dikenal, banyak tawaran iklan mulai datang yang kadang justru bisa mengganggu kenyamanan gamer. Anton Soeharyo mengingatkan, “Walaupun terdengar sederhana, tapi sebagai startup, khususnya di dunia game, Anda akan terus tergoda untuk menempatkan iklan di sana dan di sini, untuk mendapatkan ‘uang/omzet’. Tim 9gag mengajarkan kami sebaliknya. Cintai pengguna Anda dan pengguna akan mencintai Anda balik.”