A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Feb, 03rd 2015

Nol Emisi dengan Mobil Hidrogen

Kebutuhan untuk mengurangi polusi udara sudah menjadi hal yang cukup mendesak sekarang ini. Para inovator di bidang transportasi pun berusaha keras untuk menciptakan kendaraan yang aman dan ramah lingkungan. Selain aktivitas semacam bike to work, untuk memperbaiki kualitas udara bisa juga dengan memanfaatkan kendaraan berbahan bakar alternatif yang bisa mengurangi emisi dan menekan konsumsi energi. Salah satunya dengan mobil berbahan bakar hidrogen.

Hidrogen sendiri didapatkan dengan melakukan elektrolisis pada air yaitu penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik pada elektroda yang melalui air. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Bahkan bahan bakar yang dihemat bisa mencapai 30-80%.

Salah satu pabrikan automotif yang sukses mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen adalah Toyota. Produsen asal Jepang ini mengembangkan perangkat fuel cell yang menghasilkan listrik melalui reaksi kimia hidrogen dan oksigen. Pemakaian hidrogen membuat mobil Fuel cell vehicle (FCV) ini benar-benar ramah lingkungan karena sisa pembakarannya pun berbentuk air. Air sisa pembakaran ini bahkan aman untuk diminum oleh manusia.

Proses pengisian bahan bakar hidrogen juga lebih cepat dibandingkan mobil listrik. Hanya dengan 3 sampai 5 menit, mobil hidrogen sudah terisi penuh dan siap meluncur. Hasil risetnya pun membuktikan bahwa daya jelajahnya bisa mencapai 700km untuk sekali pengisian. Untuk kecepatannya sendiri bisa mencapai 0-100 km/jam dalam 10 detik dengan kecepatan maksimum 170km/jam.

Segera setelah semua infastruktur siap, mobil seperti ini akan banyak diproduksi dan  selanjutnya akan menjadi solusi atas pencemaran udara yang berdampak langsung pada krisis kesehatan, iklim dan juga pemanasan global.