A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Dec, 05th 2014

Pelajar Indonesia Temukan Pendeteksi Borax



Adalah Luthfia Adila (17 tahun) dan Dayu Laras Wening (17 tahun) yang merupakan siswi kelas XII SMAN 3 Semarang berhasil menemukan formula pendeteksi borax yang terkandung di dalam makanan. Hasil temuan mereka bernama SIBODEC yang memiliki kelebihan untuk mendeteksi kandungan borax dalam daging, hanya dalam hitungan detik.

Setiap tahun kita selalu mendengar berita di televisi tentang penemuan daging ayam atau sapi yang mengandung borax. Biasanya hal itu dilakukan dinas kesehatan setempat yang melakukan inspeksi mendadak di pasar-pasar tradisional. Para petugas biasanya mengambil sample daging untuk diteliti di laboratorium. Umumnya, satu sample daging baru akan terdeteksi setelah 3 minggu. Nah, SIBODEC berhasil memangkas waktu tersebut jauh lebih singkat yaitu hanya dalam 5 detik.

Penemuan yang bisa dibilang terobosan brilian ini berhasil mendapat perhatian dari para juri International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2014. Hasilnya, SIBODEC mendapat medali emas untuk kategori Food and Agriculture. Ajang ini diikuti oleh semua pelajar di seluruh dunia, tepatnya 60 pelajar Indonesia dan 142 pelajar yang tersebar mulai dari Jepang, Mesir, Nigeria, Taiwan, Hong Kong, Filipina, Malaysia, Thailand, India, dan Iran.

SIBODEC sendiri adalah singkatan dari Stick of Borax Detector. Bentuknya menyerupai tusuk gigi yang sudah dicampur dengan formula khusus. Prosesnya pun sederhana, hanya dengan menusukkan SIBODEC ke daging dan tunggu perubahan warna yang terjadi. Jika berubah menjadi warna merah, maka positif daging tersebut mengandung borax. Tidak hanya untuk daging, SIBODEC bisa digunakan untuk mie dan kerupuk.

Saat ini, kedua siswi tersebut sedang mengurus hak paten untuk penemuannya. Bersama dengan sekolah dan pihak-pihak terkait, SIBODEC direncanakan akan diproduksi masal dan dijual ke pasaran. Bahkan, harga jualnya pun sudah diprediksi yaitu sekitar Rp 35.000. Cukup terjangkau bukan?

Maju terus pelajar Indonesia!


Edita Purnamasari

Posted: Dec, 09th 2014

Keren banget inovasi anak bangsa ini!! *thumbs up*

Edita Purnamasari

Posted: Dec, 09th 2014

Keren banget inovasi anak bangsa ini!! *thumbs up*