A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Oct, 08th 2015

Pemindai Kanker Buatan Anak Negeri

Seorang putra terbaik bangsa kembali mencatat prestasi gemilang yang diakui dunia. Adalah Warsito Purwo Taruno yang berhasil menciptakan pemindai kanker berbasis medan listrik statis yang diaplikasikan dalam dunia industri dan medis. Warsito adalah pendiri dan CEO CTECH Labs EdWar Technology, ia adalah doktor lulusan Teknik Elektro Shizouka University, Jepang.

Warsito mengembangkan teknologi yang disebut sebagai Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) yang dapat memindai citra 3D, berbeda dengan tomografi konvensional seperti CT-Scan dan MRI yang hanya memindai 2D. Kelebihan lain yang dimiliki ECVT adalah hanya memerlukan energi listrik yang kecil.

Bila tomografi konvensional menggunakan prinsip pemindaian tertutup atau obyek harus diletakkan di ruang tertutup dikelilingi oleh sensor-sensor pemindai, ECVT memakai konsep pemindaian terbuka. Obyek bisa diletakkan di mana saja.

Dengan konsep ECVT, pemindaian obyek di dinding luar pesawat ulang-ulang bisa dilakukan dari dalam pesawat seperti yang dilakukan NASA. ECVT ini memungkinkan memindai kanker payudara dan otak serta aktivitas otak manusia dengan sensor berbentuk cup atau helm.



Teknologi ini juga bisa digunakan dalam bidang proses kimia yakni teknologi piranti lunak untuk komputasi aliran fluida di dalam reaktor kimia yang diolah dari citra 4D (empat dimensi) yang dihasilkan oleh ECVT.

Lewat alat ini bisa didapatkan citra distribusi 4D kecepatan partikel dan gas di dalam reaktor secara riil yang selama ini hanya mampu dilakukan dengan simulasi super komputer. ECVT mampu melacak partikel bergerak secara simultan berkecepatan sangat tinggi dalam mesin reaktor.

Dengan ECVT ini, kita bisa mengetahui tingkat aktvitas sel kanker. Sel kanker yang membelah tanpa kendali memiliki aktivitas listrik. Makin sering ia membelah, aktivitas listriknya pun makin tinggi. Dengan demikian ECVT dapat memindai tingkat aktivitas sel, makin ganas makin tinggi pula aktivitas sel yang dipindai.

Hasil pemindaian ECVT ini kemudian menjadi panduan dalam terapi penyembuhan menggunakan Electro Capacitative Cancer Treatment (ECCT) yang juga diciptakan oleh Warsito. ECCT akan membunuh sel-sel kanker berdasarkan energi listrik yang dihasilkan oleh sel-sel kanker tersebut, sehingga tidak membahayakan sel tubuh.

Temuan Warsito ini dianugerahi B.J. Habibie Technology Award 2015 oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 20 Agustus 2015 lalu. Teknologi yang ditemukan dan dikembangkannya kini telah dikenal di dunia internasional dan dipakai di berbagai negara seperti di Jepang, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Malaysia.

Source: tempo.co