A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Mar, 04th 2015

Penjepit Pizza a la Indonesia

Roti pipih bertabur toping keju dan aneka daging ini memang asli dari italia, namun siapa sangka alat untuk memakan pizza justru ditemukan di Indonesia oleh Quilizy Maggio De Neve, seorang desainer wanita berbakat.

Alat penjepit pizza yang diberi nama PZ (dibaca pizet) ini memang kelihatannya sepele, namun kesederhanaannya bisa menyelesaikan masalah utama dalam menikmati pizza : tangan yang kotor. Seperti yang kita tahu, kebanyakan restoran menghidangkan pizza dengan pisau dan garpu, sedangkan di negara asalnya saja pizza dinikmati langsung dengan tangan, persis seperti orang Indonesia menikmati nasi padang.

Quilizy atau yang akrab disapa Lizzy menemukan penyelesaian masalah ini dengan alat rancangannya. Diberi nama PZ alias pizet (gabungan dari pizza dan pinset), alat penjepit ini mempunyai fungsi sebagai pembatas antara pizza dan tangan. Dengan PZ, seseorang bisa menikmati pizza-nya tanpa khawatir tangannya belepotan saos.

Proses pembuatan PZ ini memakan waktu hingga 6 bulan dari perencanaan hingga pembuatan prototype-nya. Wanita lulusan desain produk ini juga tidak sembarang membuat penjepit, sebelumnya ia melakukan banyak sekali riset. Riset yang dilakukan meliputi ukuran pizza apa yang sering dipesan orang Indonesia, ukuran jari rata-rata orang Indonesia, sampai cara-cara memegang pizza yang paling nyaman.

PZ terbuat dari akrilik yang dipanaskan dan dibentuk sesuai dengan ergonomi jari pemakainya. Meskipun tipis, namun PZ kuat digunakan untuk menjepit dan mengangkat pizza hingga ukuran large.

Karyanya ini membawa Lizzy pada posisi 20 besar kompetisi Black Innovation Awards tahun 2012. Saat ini Lizzy juga sedang mengupayakan proses pematenan untuk karya orisinalnya yang satu ini. Setelah bekerjasama dengan investor yang tepat, PZ akan segera diproduksi secara massal untuk dipasarkan.

Jika melihat dari jenis-jenis kuliner di Indonesia, maka inovasi alat semacam PZ ini masih sangat dibutuhkan. Siapa tahu, kelak akan muncul alat untuk mempermudah menikmati kepiting atau bahkan durian?