A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Jun, 30th 2015

Printer Braille dari Bongkahan Lego

Seorang remaja 13 tahun, Shubham Banerjee, menciptakan sebuah printer Braille hemat biaya. Remaja asal California, Amerika itu menciptakan mesin tersebut sebagai proyek tugas sekolah pada tahun 2014 yang lalu. Uniknya, printer ini tidak terbuat dari material yang mahal, melainkan didesain dari potongan-potongan permainan Lego.

Penemuan ini bermula dari rasa penasarannya tentang bagaimana orang buta dapat membaca. Shubham kemudian melakukan riset dan menemukan fakta mengejutkan bahwa printer khusus untuk mencetak tulisan Braille   harganya mencapai 2000 dollar AS (sekitar Rp 26,6 juta). Ini merupakan angka yang sangat tinggi bagi para tunanetra, terlebih lagi mereka yang hidup di negara-negara berkembang.



Shubham merasa harga printer Braille seharusnya tidak semahal itu. Kemudian ia mengembangkan printer Braille dengan menggunakan bahan dasar mainan Lego. Dengan kecerdasannya, ia berhasil menciptakan printer unik dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu 350 dollar AS (sekitar Rp 4,6 juta). Bentuk dan ukurannya pun menyerupai mainan Lego biasa, beratnya pun tidak sampai 2 kg, tidak seperti printer Braille pada umumnya yang beratnya mencapai 10 kg.

Printer Braille ini bisa mencetak di atas kertas dengan menggunakan tinta berbentuk titik-titik, dan bisa dioperasikan dari komputer personal, laptop atau bahkan gadget.



Alat ciptaan Shubham ini diberi nama Braigo –akronim Braille dan Lego. Model terbarunya, Braigo 2.0 punya kemampuan yang lebih canggih lagi, yaitu bisa men-translate teks elektronik menjadi huruf Braille sebelum mulai mencetak. Alat ini berhasil memenangkan sejumlah penghargaan dan mendapat pendanaan dari raksasa teknologi Intel Corp.

Intel tertarik mendanai Braigo Labs –nama perusahaan pembuat Braigo– karena alat ciptaan Shubham memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi kaum tunanetra. Mereka juga meyakini Shubham adalah entrepreneur termuda yang pernah menerima suntikan modal. Mereka juga kagum terhadap Shubham karena di usia yang masih sangat muda mempunyai ide di bidang yang banyak dilupakan orang.



Shubham nantinya akan menjadi CEO dari perusahaan Braigo Labs. Ia akan memberikan arahan pada para ahli untuk membuat printer Braille mini sesuai desain orisinal Braigo. Meski demikian, karena umur Shubham yang masih terlalu muda untuk menjadi CEO, maka untuk saat ini posisi tersebut dipegang oleh ibunya, Malini Banerjee.  

Source : www.usatoday.com, www.dailymail.co.uk