A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Apr, 01st 2015

Sampah Botol Plastik Jadi Cara Bayar Unik

Sampah plastik telah menjadi masalah besar di berbagai belahan dunia sejak dimulainya era industri modern. Hal ini juga yang terjadi di Beijing, kota metropolitan yang merupakan pusat politik, pendidikan dan kebudayaan di Tiongkok. Tentunya, penanganan sampah plastik dengan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) telah dilakukan sejak lama, tapi kadang yang menjadi kendala adalah kesadaran manusia sendiri.

Kita sudah mendengar banyak tentang sampah plastik yang diubah menjadi produk-produk siap pakai atau kerajinan tangan yang unik, tapi yang dilakukan satu perusahaan daur ulang di Beijing ini lain daripada yang lain. Dengan sebuah botol plastik, warga Beijing bisa mendapatkan reward berupa tiket Subway (kereta bawah tanah) ke tempat tujuan.

Mereka yang menggunakan jasa kereta bawah tanah cukup memasukkan botol plastik yang isinya telah habis diminum ke sebuah vending machine. Mesin tersebut akan memproses dan menilai botol plastik selama kurang lebih 20 detik dan secara otomatis akan menukarnya dengan tiket kereta.

Mesin daur ulang canggih ini ditempatkan di stasiun Subway jalur 10 di kota Beijing. Saat ini keberadaannya masih sangat terbatas, namun rencananya kelak akan ditempatkan 100 unit lagi di 232 stasiun yang tersebar pada 17 jalur Subway.

Tidak seperti tempat sampah biasa yang bisa terkontaminasi oleh sampah-sampah lain, mesin seperti ini hanya bisa menerima botol plastik dengan jenis polyethylene terephthalate (PET) saja. Dan karena botol plastik yang masuk akan langsung dihancurkan, mesin ini bisa menyimpan hingga 3000 botol plastik. Selain tiket kereta bawah tanah, ada juga mesin yang menyediakan reward-reward menarik seperti voucher makanan, tiket pesta malam tahun baru atau tiket bis.

Konsep mesin seperti ini dijelaskan oleh Adam Minter, seorang penulis dan Blogger yang tinggal di Shanghai sebagai sebuah kegiatan ekonomi baru di Tiongkok. Ini mengubah konsep daur ulang yang biasanya di Barat dilakukan secara sukarela dan menjadi green activity, menjadi sebuah economic activity. Kelemahannya, ketika tidak ada hadiah atau reward yang ditawarkan maka ide ini tidak akan berjalan baik.

Apapun itu, sebuah ide atau pemikiran patut diapresiasi dengan baik. Apalagi, tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Kira-kira, kapan ya konsep seperti ini bisa diterapkan di Indonesia?

 

 

Source: origindesign.ca, treehugger.com, theguardian.com