A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: May, 13th 2015

Silicon Valley, Markasnya Teknologi



Saat menggunakan gadget-gadget seperti komputer, tablet atau smartphone, sempatkah Anda berfikir dimana barang-barang tersebut “dilahirkan”? Jika Anda menjawab Amerika, Anda sudah hampir benar. Tapi tahukah Anda, sebuah kawasan di Amerika yang sejak dulu telah menjadi markasnya teknologi dan inovasi?

Inilah Silicon Valley, kawasan penghasil industri teknologi yang meliputi area San Fransisco, Bay Area dan California. Frasa Silicon Valley digunakan karena perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di sana banyak menggunakan bahan silikon untuk membuat teknologi semi-konduktor dan perangkat teknologi lainnya. Silicon Valley sendiri bukanlah nama resmi yang legal, namun sebuah sebutan yang diciptakan oleh Ralph Vaerst dan dipopulerkan oleh Don Hoefler, seorang penulis dari California. Artikel yang ditulis Don Hoefler ini diterbitkan di harian Electronic News pada Januari 1971 dengan judul “Silicon Valley in the USA”. Sejak saat itu, istilah Silicon Valley semakin populer dan banyak digunakan oleh masyarakat.



Peletak pondasi awal dari kawasan ini adalah dua orang sahabat, Hewlett dan Packard yang pada tahun 1939 mendirikan perusahaan dengan nama sesuai panggilan mereka. Kesuksesan dua alumni Stanford University ini menarik perusahaan-perusahaan lain untuk datang dan mencoba peruntungan. Bukan cuma bidang teknologi informasi, Silicon Valley juga menjadi pusat perusahaan-perusahaan di bidang semi-konduktor, design grafis, perangkat workstations dan komputer jaringa. Terbukti hingga sekarang, raksasa-raksasa teknologi seperti Yahoo! Google, eBay,Xerox, Intel, Sun Microsystems, Silicon Graphic dan Cisco System berkumpul di kawasan ini.



Entah apa yang menjadikan kawasan Silicon Valley yang terdiri dari wilayah San Jose, Santa Clara, Sunnyvale dan Palo Atlo ini menjadi sangat “bersahabat” dengan bisnis teknologi informasi. Yang jelas, selain pusat teknologi, kini Silicon Valley juga menjelma menjadi salah satu lapangan kerja terbesar yang memberikan harapan bagi para investor kelas kakap, sesuai dengan sebutan lainnya, yaitu “lembah kesempatan”. Bukan hanya di Amerika, negara-negara maju seperti Jepang juga pastinya punya pusat teknologi seperti ini.

Kira-kira kapan ya, kawasan semacam ini bisa muncul dan berkembang di Indonesia?