A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Whats Hot

Posted: Nov, 23rd 2015

Simpan Barang Anda di Spacer



Menyimpan barang di rumah bisa menjadi sangat tricky. Tidak sedikit barang-barang lama yang masih penting untuk disimpan, tapi space yang tersedia juga tidak begitu banyak. Akibatnya, Andaharus menata barang-barang tersebut secerdik mungkin meski membuat rumah Anda terlihat penuh. Mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk bergabung dengan Spacer, startup yang menyediakan tempat penyimpanan bagi barang-barang Anda.

Sewa-Menyewa Tempat Menyimpan Barang

Spacer didirikan oleh dua orang asal Australia, yakni Mike Rosenbaum dan Roland Tam. Rosenbaum merupakan mantan direktur situs online shopping bernama Deals Direct, sedangkan Tam adalah pegawai di suatu perusahaan sekaligus entrepreneur. Mereka berdua sadar bahwa tidak semua orang di Australia, terutama di kota-kota besar, mempunyai rumah yang luas. Hal itulah yang menginspirasi Rosenbaum dan Tam dalam mendirikan Spacer.



Pada dasarnya, startup yang masih tergolong baru ini bertujuan untuk menghubungkan orang yang ingin menyewa tempat untuk barang-barangnya dengan orang yang bersedia untuk menyewakan tempatnya. Sebagai pengguna, Anda dapat menyewa bagian outdorr atau indoor untuk menaruh berbagai barang, mulai dari pakaian, furnitur, sepeda, mobil, bahkan perahu.

Mematok Harga Murah

Australia ternyata memiliki banyak jasa fasilitas self-storage dengan patokan harga yang cukup mahal. Di daerah Sydney, misalnya, Anda harus mengeluarkan uang sebanyak US$508 (7 juta rupiah) hingga US$653 (9 juta rupiah) per bulan untuk menggunakan jasa fasilitas self-storage selama kurang-lebih 2,5 tahun. Harga untuk penyimpanan perahu bahkan bisa lebih mahal dari barang-barang lain.



Mengurangi beban biaya tersebut, Spacer menawarkan harga yang jauh lebih murah. Setiap garasi dapat Anda sewa dengan kisaran harga US$145 (2 juta rupiah) hingga US254 (3,5 juta rupiah) per bulannya. Sedangkan, untuk loteng, kamar tidur, dan taman, Spacer mematok harga sewa sebesar US$109 (1,5 juta rupiah) hingga US$181 (2,5 juta rupiah). Pemilik tempat penyimpanan dapat mendaftar secara gratis melalui situs Spacer. Spacer mengambil komisi 15% untuk setiap transaksi yang dilakukan.

Masih Fokus Dikembangkan di Australia

Kini, Spacer sedang fokus untuk membangun bisnis startup-nya di seluruh kawasan Australia. Apabila usaha tersebut sudah matang, Rosenbaum dan Tam berencana untuk melebarkan sayap Spacer menuju pasar Hong Kong, Singapura, dan Asia Tenggara. Mereka belum memiliki timeline yang pasti, namun Rosenbaum dan Tam mengaku bahwa sudah ada beberapa pihak di Asia yang menyatakan ketertarikan terhadap bisnis Spacer mereka ini.

Spacer memiliki ide yang cukup menarik, ditambah dengan patokan harga yang relatif murah. Tapi, apakah kira-kira Spacer dapat terus bertahan dalam industri bisnis? Apabila Spacer hadir di Indonesia, maukah Anda mencobanya? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Source:
techinasia.com
spacer.com.au
startupdaily.net