A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Kayu Hitam dari Sulawesi

Emas tidak selalu harus berwarna kuning. Di Sulawesi contohnya, emas malah hadir dalam bentuk kayu hitam yang disebut eboni. Kekayaan material alam yang satu ini berasal dari daerah dengan topografi curam yang mempunyai keunikan tersendiri.

Kayu eboni atau kayu arang ini biasanya banyak dijumpai di Sulawesi Tengah, tepatnya di daerah-daerah seperti Parigi, Poso, Donggala dan Manado. Kayu ini juga mempunya banyak nama lokal sesuai daerahnya masing-masing. Di Manado ia disebut maito, ayoe maitu dan togas, di daerah Luwu ia disebut limara, di Malili eboni disebut sora dan di daerah Parigi ia dijuluki ayu moitong.

Bukan sembarang kayu, kayu hitam ini sangat kuat dan bernilai jual tinggi. Namun kini keberadaannya cukup langka karena bisa dibilang stoknya di alam sudah sangat menipis sedangkan permintaannya masih sangat tinggi. Bentuk fisik dari material ini berwarna coklat gelap agak kehitaman dengan motif agak belang. Eboni biasanya punya tekstur halus dan arah serat kayunya lurus serta permukaannya cukup licin.

Pemanfaatan eboni Sulawesi biasanya digunakan untuk bahan meubel, patung, ukiran, alat musik dan kayu lapis yang mewah. Produk yang banyak diminati para pembeli adalah model perahu phinisi yang dibuat dalam beragam ukuran. Selain itu, ada juga yang membuatnya menjadi aneka model jam dinding, gantungan kunci, frame, guci kayu dan hiasan-hiasan rumah lainnya. Salah satu negara yang banyak mengincar produk-produk dari kayu eboni ini adalah Jepang. Di Negeri Sakura tersebut, perabotan dan hiasan rumah yang berasal dari kayu eboni dianggap akan meningkatkan status sosial dari pemiliknya. 


No Comment Yet