A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

BIANG INOVASI

Manfaat Ubi Kayu Tidak Sesederhana Wujudnya

“Tongkat kayu dan batu jadi tanaman!”

Sepenggal lirik lagu Koes Ploes ini secara tak langsung mengenalkan kita pada tanaman ubi kayu atau singkong yang begitu mudah ditanam. Dalam wujud aslinya, banyak yang menganggap ubi kayu sebagai bahan makanan kelas dua. Maklum, wujudnya yang sederhana dan bentuknya yang tidak beraturan seakan ‘menyembunyikan’ semua kelebihannya.

Ubi kayu dibawa oleh bangsa Portugis dan mulai ditanam di wilayah Indonesia sekitar tahun 1810. Pada masa itu, tanaman kaya karbohidrat ini masih sepi peminat. Baru pada permulaan abad ke-20 baru konsumsi ubi kayu di Indonesia meningkat dengan pesat. Ini disebabkan adanya anjuran pemerintah untuk memperluas tanaman ubi kayu rakyat. Kini, ubi kayu bahkan menjadi bahan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung. Apalagi, produk tepung dan olahannya kini sudah banyak dimanfaatkan dan banyak disukai masyarakat Indonesia.

Selain sebagai bahan makanan, ada juga yang memanfaatkan tepung ubi kayu sebagai bahan pembuat plastik ramah lingkungan. Dan ternyata bukan hanya umbinya, bahkan kulit ubi kayu pun bisa berguna bagi kehidupan manusia. Kulit ubi kayu bisa disulap menjadi kompos atau pupuk organik yang membantu pertumbuhan tanaman lain. Kulit ubi kayu juga bisa digunakan sebagai pakan ternak dan sebagai sumber bio energi yang dapat menggantikan bahan bakar minyak yang selama ini digunakan manusia.

Sepintas memang tidak ada yang istimewa dari tanaman ubi kayu, namun setelah paham manfaatnya, maka pantaslah ubi kayu, singkong atau Manihot utilissma ini diberi julukan indonesian material kaya manfaat yang paling mudah didapatkan dan dibudidayakan.


No Comment Yet